Kenapa Kebanyakan Orang Kristen Tidak Mau Masuk Islam?

Kenapa Kebanyakan Orang Kristen Tidak Mau Masuk Islam?  Pertanyaan ini menjadi penting karena meskipun bukti kepalsuan injil teramat banyak (bahkan sebagian ilmuwan kristen membenarkan bukti bukti kepalsuan itu) tetapi tidak semua orang kristen serta merta mau meninggalkan ajaran Kristen untuk masuk Islam, kenapa?

Sedikitnya ada dua faktor utama:


Faktor Eksternal , Informasi mengenai Islam dan Kristen yang mereka pahami dimasa lalu

Sudah menjadi rahasia umum bahwa informasi mengenai Islam yang sampai kepada Kristiani adalah informasi yang mengalami distorsi. Islam digambarkan secara salah,  sementara aksesibilitas mereka terhadap informasi Islam yang sebenarnya pada tingkat tertentu bisa dibilang terbatas. 

Hebatnya Kristen dan Jeleknya Islam begitu tertanam dalam pikiran kebanyakan mereka, sementara tidak banyak yang mau meluangkan waktu mengkaji secara lebih seksama, dengan membandingkan Islam dan Kristen dari sumber utamanya yaitu Quran dan Bible

Sebagian orang secara mandiri mau dengan jujur membandingkan Quran dan Injil, dan hasilnya sudah bisa ditebak, mereka meninggalkan bibel yang secara ilmiah kacau balau kemudian masuk Islam

Akan banyak orang yang tidak "sempat" melakukan hal yang sama.  Untuk orang orang seperti ini informasi Islam yang akurat menjadi sangat penting.



Faktor Internal, Kemampuan mendengar, Keberanian Menerima Pendapat yang benar

Jika Informasi Islam yang proporsional dengan mudah mereka dapatkan tentu saja cara mereka memilih yang benar dari yang salah menjadi jauh lebih mudah. Akan tetapi informasi yang benar juga tidak cukup jika tidak ada keberanian dari dalam dirinya untuk mengakui bahwa keyakinannya selama ini salah.

Yesus pernah mengatakan bahwa salah satu cara untuk cepat pintar menuju kebenaran adalah mendengarkan perkataan orang, kalau benar langsung dipakai, kalau salah langsung tinggalkan.

Prisip semacam ini juga berlaku dalam dunia ilmiah. semua teori lama yang salah wajib ditinggalkan untuk diganti dengan teori baru yang lebih benar.